Rabu, 04 Januari 2012

BOW (Burial Of World) - Welcome



01.BOW - Welcome

kejutan dari seorang teman seperjuangan dalam mengaruingi band ini boleh juga lah, Adji mengabarkan kalau BOW atau lebih enak di sapa Burial Of World  ikut masuk dalam sebuah kompilasi yang dibuat komunitas Post- Rock Indonesia. bersisi 12 Track yang semuanya bermaterikan Post-Rock dan Shoegaze kumunitas ini seperti menawarkan perkenalan dan menjaga ke solidaritasan antar sesama penikmat musik tenang nan kelam ini. Burial Of World dengan singglenya "Welcome" menempati Track pertama dan di susul band yang berasal dari indonesia lainya seperti, Anginia, Sepatu Usang, Cuacamendung, Litlle Space Donkey, dan masih banyak lagi band yang bagus yg ikut serta.

Minggu, 11 Desember 2011

Black Keys



Banyak dari sekiang banyak band mengakui atau mengagap jikalau music yang mereka usung dalah blues rock, padahal belum tentu kita setuju dengan pemahaman atau pun tujuannya. Tapi kali ini saya mendengar yang sagat berbeda, padahal band ini hanya di gawangi dua orang yaitu, Dan Auerbach berada dalam posisi gitar sekaligus vocal sementara Patrick Carney pada drum yang sekaligus bertindak sebagai produser. Black Keys, mungkin beberapa orang sudah lebih dahulu mengetahui bahkan menjadi pecinta band ini sebelum tulisan ini di terbitkan, terbuktikan semua hal rock blues murni biasa disimak di setiap tracknya. Suara overdrive serta fuzz kotor yang keluar dari gitar Auerbach memanglah terdengar sangat khas, ditambah raungan vocal serak ala blues yang asik membuat mereka seperti generasi penyelamat blues yang hamper punah, sang drummer pun mengisi dengan hentakan simple tapi penuh makna akan nyawa blues yang dalam membuat band ini benar-benar sempurna. Saya tercengang dengan “Countdown”, “Heavy Soul”, dan tak lupa “She Said, She Said” yang menjadi hits dalam album ini, benar-benar mereka mengulang fenomena dikala blues 60an sedang merajai deretan music dunia saat itu. Nama band ini sendri berasal dari ide seorang artis schizophrenic bernama Alfred McMoore dan memang musiknya menggambarkan sebuah emosi seorang schizophrenic terkadang melambat dan terkadang meledak-ledak.




Kamis, 08 Desember 2011

Sore



Sebuah grup band bertemakan jazzrock berbalut indie, berawal dari pertemanan rumah Ade Paloh, Mondo Gascaro  dan Awan Garnida sebagai teman sebaya,hingga Awan memperkenalkan Bembi Gusti dan Reza Dwiputranto sebagai penabuh drum dan pemain gitar. Awalnya menelaah music mereka cukup sulit, mungkin karena mereka lebih cendrung kea rah jazz yang bias disebut bukan music sembarangan dan tergolong kelas mahal. Tapi di beberapa lagu terdengar lebih akrab di telinga namun tetap dengan guratan lirik yang ambigu serta multi tafsir. Kiprah mereka cukuplah berpengaruh dalam lintasan music indie, bahkan sempat menjadi beberapa soundtrack layar lebar. Sentuhan jazz dalam setiap track masih tetap terasa jelas di telinga meski mereka lebih cendrung jalan di jalur indie untuk menembus pasar.


Rabu, 07 Desember 2011

Efek Rumah Kaca



Cukup bangga rasanya mendengar hasil karya ketiga orang ini, semua lirik di tulis dengan bahasa Indonesia yang cukup tinggi nilai pengertianya. Terdiri dari Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar), band ini di dirikan pada tahun 2001 dan menamakannya Superego hingga tahun 2005 mereka resmi menamkan dirinya Efek Rumah Kaca yang sengaja di ambil dari salah satu lagu mereka. Kadar Pop yang terkandung dalam music mereka cukuplah berat, namun secara harmoni setiap lagu mereka mudah untuk di lantunkan. Tidak seperti band Pop biasanya, mereka lebih bias memilih bait-bait indah sekaligus keritik pedas bagi bangsa ini dan kehidupan politik yang berengsek.

Kamis, 24 November 2011

Little Space Donkey “Dreamer's Manifesto EP”



Sebuah gambaran dunia yang dilukiskan ke lima musisi ini melebur menjadi satu dalam Little Space Donkey. Mereka seperti membangun suasana baru di ranah postrock, mengkombinasikan beberapa harmosinasi dengan balutan gitar rhythm yang cendrund datar terdengar serta balutan tipis nuansa synthesizer. Dalam track pertama saya di kejutkan oleh dramatisasi monolog seperti orang sedang berorasi dengan kapasitas reverb yang menggaung. Terjebak dalam lantunan harmoni di track ke tiga dan empat yang berjudul  “Eleven Brave Warriors On That Field” serta  “Anumerta”  saya menyipulkan ini lah klimaks dari kesekian banyak track yang terdapat dalam EP ini. Mereka terdiri dari Dhendy Mawardi: Guitar, Amy Amanda: Guitar, Made Indar : Bass, Dave Leonard : Drums dan Anthono Oktoriandi: Synthesizer and Sampler

Rabu, 23 November 2011

Flaming Lips “Clouds Taste Metallic”



Jujur, begitu dengerin album ini saya langsung jatuh hati dengan music mereka. Meskipun ini bukan sebuah debut album tapi isi materi album ini benar-benar hebat, mereka meminimalisnkan nuansa narkotikanya di album ini dan digantikan dengan nada ceria dan lirik bahagia. Ini merupakan studio album ke tujuh dari mereka dibawah naungan label Warner Bros serta di bantu oleh gitarisnya yang bernama Ronald Jones, seorang gitaris absurd dari Oklahoma namun saying ia hanya bergabung dengan flaming di beberapa albumnya saja,padahal ia adalah gitaris berpottensi yang permainanya boleh dibilang tak lazim. “the abandoned hospital ship”, “this here giraffe”, “when you smile”, “christmas at the zoo”, serta “bad days” merupakan sederetan single terbaik mereka sepanjang masa. Sound di album ini boleh di bilang cukup unik karena banyak memainkan slide gitar dan pedals, dan lagi – lagi memang hanya  Ronald Jones yang mahir memainkan itu semua dan formasi Wayne Coyne (vocals, guitar)  Steven Drozd  (drums), Michael Ivins (bass), Ronald Jones (guitar) merupakan formasi terbaik dalam band ini.

Selasa, 22 November 2011

Pavement



Ini dia dedengkot lo-fi  yang berasal dari Stockton, California. Pavment, mungkin sudah tidak aneh lagi kita dengar namanya di rentetan music alternative rock indie dan lo-fi, bahkan kedua anggotanya yang lebih sering malang melintang di dunia indie rock, seperti Stephen Malkmus yang mempunyai sederetan  side project sekaligus Mark Ibold yang lebih sering terlihat membantu di beberapa album Sonic Youth dan Free Kitten. Pavement di dirikan pada tahun 1989 dan sempat berhenti di tahun 1999 dan selang setahun mereka sempat mengadakan reunion konser di beberapa event besar. Berawal dari band jamming dan beranggotakan Stephen Malkmus (gitar,vocal), Scott Kannberg (gitar), Mark Ibold (bass) dan Steve West (drums). Album yang patut di dengarkan buah karya dari pavement adalah “Crooked Rain, Crooked Rain (1994)”, “Wowee Zowee (1995)” dan Terror Twilight (1999). Kesuksesan nama mereka mungkin tidak sebesar band di eranya, akan tetapi karya mereka tetap menjadi acuan dan dikenang sepanjang masa.

Link : "Crooked Rain, Crooked Rain" : http://www.mediafire.com/?mtjyqnnt3qw
          "Wowie Zowie" : http://www.mediafire.com/?jenxajmzpzx
          "Terror Twilight" : http://www.mediafire.com/?0tbyr9jlc1s