Salam horas! Untuk band Medan ini. Mungkin hanya mereka lah penyelamat shoegaze dan post rock dari Sumatra utara, tapi kiprah abum perdana mereka ini patut di acungkan jempol. Band yang berdiri di tahun ahir 2003 ini merupakan salah satu pioneer dalam percaturan shoegaze tanah air,debut albumnya yang bertitle “Glow In Transparancy Aurora” mencerminkan hasil karya terbaik dari mereka, meski sound mixing yang kurang maksimal. Disarankan untuk menyimak dalam - dalam track “Lost Imaginary”, “Like A Ghost”, “Glow In transparancy Aurora”, “eleanor whisper”.
Rabu, 16 November 2011
Everything is made in china "Automatic Movements"
Tiga orang dari Russia ini memang cerdas, mereka berhasil mengkombinasikan music lintas genre yang berbeda. Max Fedorov, Phil Premyak, Alexander Bykov sepakat mendirikan band yang cukup menyindir sebuah negara akan namanya, Everything is made in china. Jika mereview album ini saya dapat merasakan banyak atmosfear yang berbeda dalam setiap track, atau mungkin saya sesekali dapat menyimpulkan akan “kemiripan” beberapa track dengan band-band lainya. Di track pertama saya dudah tersihir oeh tembang yang berjudul “Moving Fragments”,ambient keyboard dan petikan gitar konstan delay cukup membangun karakter lagu ini yang terasa dingin dan “pecah” di bagian ahirnya, di track ke tiga mereka punya “Blindfold” tipikal konstan mereka semakin terasa di tack ini, tapi mereka itu sangat mahir mereamu nada vocal yang mengalun agar tidak terasa kontan sekaligus hambar. Berikutnya saya terkesima sekali dengan “Sleepwalking” dengan mendengarkan lagu ini saya bias menyimpulkan bahwa mereka adalah bukan band yang sebarangan dan murahan, sepintas radio head sangat mempengaruhi banyak lagu ini, dan saya rasa mereka memang fansnya.” Dance Pianist” membuat suasana semakin membawa atmosfear dingin dan depresi, alunan vocal Max Fedorov berperan penting di track ini, dibalut reverb yang dalam serta beat tipis semakin menambah dramatisir . “Automatic”, “Gentle Silence” serta “Wade In”, sukses membuktikan bahwa band ini melintas genre electronic, shoegaze dan indie rock.
Selasa, 15 November 2011
The Sleepover Disaster “Hover”
Bagi telinga pencinta shoegaze The Sleepover Disaster merupakan band yang patut di rekomendasikan. Karir ganre mereka boleh di bilang “Nu Gaze” yang dapat di setarakan oleh band sejenisnya, seperti My Vitriol, Asobi Seksu, M83 dan masih banyak lagi. Hover adalah album ke tiga yang mereka cetak pada tahun 2009, musikalitas mereka kini jauh lebih dewasa dan terasa lebih agresif, unsur post punk malah terasa kental di beberapa lagu seperti, “Funnel Cloud” dan “Friend”. Selebihnya mereka tetap menerawang layaknya bang shoegaze yang sempurna.
Senin, 14 November 2011
The moldy peaches
Adalah sebuah project anti-folk yang di dirikan secara sengaja oleh Kimya Dawson dan Adam Green, pada awalnya mereka bertemu dalam sebuah acara sebuah record label dan memulai kerja sama di kemudian hari utnuk membuat sebuah album, kedua musisi ini sebelumnya sudah sukses bersolo karir dan sudah banyak mengeluarkan album. Akan tetapi The moldy Peaches adalah sebuah asosiasi bagi para musisi anti-folk, mereka juga mengikut sertakan Toby Goodshank yang melakukan part rap pada beberapa lagu di dalam albumnya. Memang kwalitas rekaman sebuah musisi anti-folk ini berbeda, mereka seperti bermain music dan bernyanyi yang hanya di rekam oleh tape recorder, dengan artian sound mereka sangatlah sederhana dan boleh di bilang alakadarnya. Mereka berdua berasal dari kota New York dan pernah menjadikan hits single nya sebagai soundtrack sebuah film “Juno” pada tahun 2007.
Jumat, 11 November 2011
Zeke Khaseli “Salacca Zalacca”
Kalau pecinta buku bernama kutu buku,mungkin Zake Khaseli cocok di sebut sebagai kutu music. Setelah sukses bergabung dengan band Lain dan Zeke And The Popo ia mencoba project rekaman dalam kamarnya, menerbitkan webnya pribadi yang di upload lagu baru setiap minggunya yand dinamakan dengan istilah “Weekly Download”. Album ini berjudul “Salacca Zalacca” yang menampung segala ide ciptanya, selain memiliki music yang secara struktural bias disebut sebagai musik psychedelic yang di campur adukan oleh rap datar, bebuyian aneh theremin serta lirik yang multitafsir atau bias di sebut lirik “hanya Zeke dan tuhan yang tau arti pastinya. Album yang bersisi 18 track ini benar-benar di kemas absurd dan tidak bisa di dengarkan hanya sesekali, mungkin itulah yang ingin Zeke suguhkan, Aneh tapi menarik.
Selasa, 08 November 2011
Eddie Vedder “Ost – Into the willd”
Edward Louis Severson III yang lahir pada 23 Desember 1964, mungkin lebih banyak dikenal dengan nama Eddie Vedder, seorang frontman band grunge asal Seattle. Mempunyai hobby sebagai peselancar di balik suaranya yang “lelaki” sekali itu. Sang ayahnya yang bernama Karen Lee Vedder adalah seorang musisi yang biasa tampil di caffe kecil di Illinois. Setelah sukses dengan band yang sangat berpengaruh di Seattle, yaitu Pearl Jam. Vedder mulai menuangkan hasil karya pribadinya dengan cara memulai project solonya, berbeda dengan sebelumnya Eddie hanya menyumbang beberapa lagu dalam soundtrack film. Tetapi kali ini Into the wild sangatlah berbeda, soundtrack ini terlahir sebagai debut album solonya, karena segala sesuatu materi dikerjakan olehnya sendri. Film yang di sutradarai oleh Sean Penn yang menceritakan kisahnyata tentang perjalanan ego Christopher McCandless mengarungi perjalananya menuju pegunungan Alaska dan berahir tewas. Eddie mengisi sebelas lagu dalam soundtrack ini, dan saya rasa ia mulai mahir dalam permainan gitar akustik dan ukulelenya. Bait lirik Eddie sangat lah bersentuhan tentang apa yang diceritakan dalam film itu, sangat inspiratif serta sangat “lelaki”.
Senin, 07 November 2011
Letting Up Despite Great Faults
band dream pop ini mungkin bukan hanya melengkapi sederetan musisi yang memainkan jenis musik yang sama. kali ini band asal California,LA ini ikut serta meramaikan sepak terjang musisi indie yang beranggotakan Michael Lee, Kent Zambrana dan Chris Gregory. bermula dari gagasan Michael Lee sang vokal sekaligus penulis materi lagu sepakat mendirikan Letting Up Despite Great Faults bersama kedua temanya pada tahun 2006 lalu. mendengarakan musiknya yang sendu damai sekaligus upbeat,memang mereka sukses mengembalikan mood dalam stres. nada datar dan vokal low juga menjadi tataan materi yang di kemas secara indah dan dream pop "sekali".
Langganan:
Postingan (Atom)






